Meta Didenda Rp450 Triliun soal Privasi Data Facebook

2026-10-23 · 5 menit baca · 0 views
Tangan memegang ponsel yang menampilkan layar utama dengan ikon pengaturan dan aplikasi media sosial

Kenapa Meta didenda Rp450 triliun soal privasi data Facebook? Karena hakim di New Mexico menilai perusahaan itu berulang kali menyesatkan penggunanya.

Pengadilan negara bagian New Mexico, Amerika Serikat, memerintahkan Meta membayar US$25 miliar pada 21 Oktober 2026. Juri sebelumnya menyatakan perusahaan itu melanggar undang-undang perlindungan konsumen lebih dari 43 juta kali, karena pernyataannya tentang kendali pengguna atas data pribadi dinilai menyesatkan. Meta menyatakan akan mengajukan banding.

Baca Juga : Cara Kerja SMM Panel untuk Followers Instagram dan TikTok, Aman atau Berisiko?

Poin penting:

Apa saja yang diputuskan pengadilan New Mexico?

Hakim Francis Mathew dari pengadilan distrik di Santa Fe menjatuhkan putusan itu pada Rabu, 21 Oktober 2026. Gugatan diajukan pemerintah negara bagian New Mexico, dan juri menyatakan Meta bersalah pada September. Menurut Departemen Kehakiman New Mexico, juri menemukan 43.899.725 pelanggaran terhadap undang-undang praktik tidak adil di sana. Hakim menilai pelanggaran itu disengaja dan sistematis.

Kasusnya berakar dari skandal Cambridge Analytica pada 2018, ketika data sekitar 87 juta profil pengguna Facebook dipakai untuk menargetkan iklan politik. Gugatan New Mexico sendiri berfokus pada pernyataan Meta kepada konsumen, yaitu bahwa pengguna mengendalikan bagaimana informasi mereka dibagikan.

Bagaimana angka US$25 miliar dihitung?

Hitungannya bisa diikuti dengan kalkulator. Undang-undang New Mexico membolehkan denda sampai US$5.000 untuk setiap pelanggaran yang disengaja. Kalikan dengan 43.899.725 pelanggaran, hasilnya sekitar US$219,5 miliar. Hakim lalu menurunkannya menjadi US$25 miliar, sekitar 11 persen dari batas maksimum menurut hitungan redaksi.

Baca Juga : Cara Kerja Beli Views TikTok, Aman atau Berisiko?

Jaksa sebelumnya meminta US$35 miliar sampai US$40 miliar, jadi angka akhir masih di bawah permintaan negara bagian. Soal rupiah, CNN Indonesia menulis denda itu sekitar Rp450 triliun, dengan kurs tersirat sekitar Rp18.000 per dolar. Pikiran Rakyat memakai kurs Rp17.900 sehingga hasilnya Rp447,5 triliun. Selisih Rp2,5 triliun itu murni soal kurs.

Kutipan CNN Indonesia bahwa Meta didenda US$25 miliar atau sekitar Rp450 triliun oleh pengadilan New Mexico

Kartu kutipan laporan CNN Indonesia yang menyebut denda US$25 miliar atau sekitar Rp450 triliun (cnnindonesia.com) Kunjungi halaman aslinya di cnnindonesia.com

Apakah Meta pasti membayar sebesar itu?

Belum pasti. Kepala hukum Meta, C.J. Mahoney, menyatakan perusahaan yakin akan menang di tingkat banding, seperti dikutip CBS News. Banding adalah permohonan agar pengadilan yang lebih tinggi meninjau ulang putusan, sehingga angka akhirnya bisa tetap, turun, atau naik. Jaksa Agung Raúl Torrez sendiri mengakui uangnya akan tertahan selama proses itu.

Apa artinya bagi akun Facebook Anda?

Putusan ini mengenai pernyataan Meta kepada konsumen di New Mexico, bukan temuan baru tentang akun Anda. Pengguna di Indonesia tidak otomatis terdampak. Namun pelajarannya berlaku untuk semua akun, yaitu janji pengaturan privasi di sebuah aplikasi sebaiknya diperiksa sendiri, bukan hanya dipercaya.

Pengaturan akun apa yang sebaiknya Anda periksa?

Mulailah dari lima langkah berikut. Nama menu bisa berbeda antarversi aplikasi, jadi cari kata privasi atau keamanan di bagian pengaturan.

  1. Buka pengaturan akun lalu cari bagian privasi, dan lihat siapa yang bisa melihat kiriman, daftar teman, serta nomor telepon Anda.
  2. Tinjau aplikasi dan situs yang pernah Anda hubungkan dengan akun, lalu cabut yang sudah tidak dipakai.
  3. Aktifkan verifikasi dua langkah, dan nyalakan pemberitahuan kalau ada upaya masuk dari perangkat yang tidak dikenal.
  4. Periksa pengaturan iklan untuk melihat data profil apa yang boleh dipakai pengiklan.
  5. Ganti kata sandi bila sudah lama tidak diubah, dan jangan memakai kata sandi yang sama di akun lain.

Jangan pernah membagikan kata sandi atau kode verifikasi kepada siapa pun, termasuk layanan pihak ketiga.

Bagaimana menilai layanan pihak ketiga yang meminta data akun?

Catatan: SMM Panel Mu menjual layanan yang berkaitan dengan topik ini. Pertimbangkan risikonya sebelum memakai layanan apa pun, termasuk layanan kami.

Banyak layanan sosmed, termasuk panel pemesanan, meminta tautan atau nama akun untuk memproses pesanan. Cek apa saja yang mereka minta, dan tolak yang meminta kata sandi. Sebagai pembanding, kebijakan privasi SMM Panel Mu menyatakan layanan ini tidak meminta kata sandi akun media sosial.

Ada risiko yang perlu ditimbang. Platform umumnya punya ketentuan terhadap interaksi buatan, jadi akun bisa dibatasi dan hasilnya tidak bisa dijamin, termasuk pada pemesanan bertahap. Fitur keamanan lain seperti flag for review di Instagram juga bisa menahan pengikut baru di folder terpisah.

Baca Juga : Ciri-Ciri SMM Panel Terbaik yang Wajib Diketahui Sebelum Beli

Sisihkan beberapa menit malam ini untuk membuka pengaturan privasi akun Anda, lalu catat apa saja yang diubah supaya mudah dicek ulang bulan depan.

Tanya jawab singkat

Apakah denda Meta ini berlaku untuk pengguna Facebook di Indonesia?

Putusan itu dijatuhkan pengadilan negara bagian New Mexico berdasarkan hukum perlindungan konsumen di sana. Sumber yang dibaca tidak menyebut dampak langsung ke Indonesia. Dana dendanya, kalau akhirnya dibayar, masuk ke anggaran pendidikan negara bagian itu.

Di mana letak pengaturan privasi Facebook?

Biasanya lewat foto profil lalu menu pengaturan, kemudian bagian privasi. Letak dan namanya bisa berbeda antarversi aplikasi. Kalau bingung, cari kata privasi di kolom pencarian pengaturan.

Apakah angka Rp450 triliun sudah final?

Belum. Angka itu hasil konversi dari US$25 miliar, dan kursnya berbeda antarmedia. Meta juga menyatakan akan banding, jadi jumlah akhir yang dibayar bisa berubah setelah pengadilan yang lebih tinggi meninjau perkaranya.

Sumber dan catatan redaksi

Sumber: New Mexico Department of Justice, 21 Oktober 2026; IDX Channel, 22 Oktober 2026; CNN Indonesia, 22 Oktober 2026; Pikiran Rakyat; CBS News, 21 Oktober 2026; ABC News, 21 Oktober 2026.

Foto sampul: Kredit foto ilustrasi: Rawpixel di rawpixel.com (CC0).

Artikel ini disusun redaksi SMM Panel Mu dari sumber di atas dan diperbarui 22 Oktober 2026.